Rahasia di Balik Kekayaan: Kisah 2 Pengusaha RI yang Kerap Bolak-balik ke Gunung Kawi Sebelum Jadi Konglomerat

AKURAT BANTEN — Nama Gunung Kawi di Jawa Timur sudah lama melegenda. Bagi sebagian orang, tempat ini identik dengan mistisisme dan ritual pesugihan.
Namun, di balik kabut tebal yang menyelimuti lerengnya, tersimpan sebuah fakta mengejutkan yang jarang dikupas tuntas: tempat ini menjadi saksi bisu awal mula bangkitnya raksasa bisnis di Indonesia.
Bukan sekadar rumor burung, jejak spiritual di Gunung Kawi nyata adanya.
Bahkan, dua pengusaha besar yang kini namanya masuk dalam jajaran konglomerat papan atas Indonesia, diketahui memiliki ikatan sejarah yang sangat kuat dengan tempat ini.
Mereka kerap bolak-balik ke sana sebelum imperium bisnis mereka menggurita seperti sekarang.
Siapa mereka, dan apa yang sebenarnya mereka cari di Gunung Kawi?
Apakah ini murni pesugihan mistis, atau ada filosofi bisnis mendalam yang luput dari pandangan awam?
Mistis vs Logika Bisnis: Jejak Sang Konglomerat
Bagi masyarakat awam, mendengar kata "Gunung Kawi" langsung mengarah pada ritual mencari kekayaan instan.
Namun, bagi para pengusaha kelas kakap, perjalanan ke Gunung Kawi sering kali memiliki dimensi yang berbeda.
Dua sosok konglomerat legendaris Indonesia yang sering dikaitkan dengan Gunung Kawi adalah mendiang Liem Sioe Liong (Sudono Salim), pendiri Salim Group (BCA, Indofood, Bogasari), dan Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono, pemilik Djarum Group sekaligus orang terkaya di Indonesia.
Bagaimana sejarah mencatat kedatangan mereka?
1. Jejak Om Liem (Sudono Salim) dan Pohon Dewandaru
Pada masa-masa awal merintis usaha di era pra-kemerdekaan dan awal Orde Baru, Sudono Salim alias Liem Sioe Liong dikabarkan kerap mengunjungi Gunung Kawi.
Konon, di sanalah ia menenangkan diri dan mencari petunjuk arah bisnisnya.
Salah satu daya tarik utama di Gunung Kawi adalah Pohon Dewandaru, yang juga dikenal sebagai "pohon uang".
Menurut mitos setempat, jika seseorang kejatuhan daun atau buahnya, mereka akan mendapatkan rezeki nomplok.
Namun, bagi seorang pebisnis visioner seperti Om Liem, kunjungan tersebut diyakini bukan sekadar menunggu daun jatuh.
Gunung Kawi pada masa itu adalah tempat bertemunya para saudagar, lintas etnis dan budaya.
Di sinilah jaringan bisnis (networking) tingkat tinggi justru terbangun di bawah radar.
2. Dinasti Djarum dan Hubungan Historis Oei Wie Gwan
Keluarga Hartono, pemilik Djarum, juga memiliki keterikatan historis yang kuat dengan wilayah tersebut.
Sang ayah, Oei Wie Gwan (pendiri Djarum), memulai bisnis rokok kreteknya di Kudus, namun memiliki hubungan spiritual dan kultural yang erat dengan kawasan Jawa Timur, termasuk Gunung Kawi.
Di Gunung Kawi, terdapat sebuah bangunan pemakaman kuno yang sangat dihormati, yaitu makam Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh bangsawan Mataram yang menyebarkan Islam dan membantu masyarakat dalam bertani serta berdagang.
Kunjungan para pengusaha Tionghoa ke sini adalah bentuk penghormatan (cioko) terhadap leluhur dan tokoh yang dianggap membawa berkah serta kebijaksanaan hidup.
Mengapa Gunung Kawi Magnet Bagi Para Pengusaha?
Jika dibedah secara tajam, fenomena "bolak-balik ke Gunung Kawi" di kalangan pengusaha RI tidak melulu soal magis.
Ada 3 alasan utama mengapa tempat ini begitu sakral bagi dunia bisnis:
Simbol Akulturasi Budaya dan Keberuntungan (Feng Shui) Gunung Kawi adalah salah satu contoh akulturasi budaya terbaik di Indonesia. Di sana, ritual Islam Jawa (kejawen) bersanding harmonis dengan ritual Tionghoa (Klenteng). Bagi pengusaha, keharmonisan energi ini dianggap memancarkan Thian Shi (momentum langit/keberuntungan), Ti Li (energi bumi/lokasi bagus), dan Ren He (keharmonisan manusia).
Tempat 'Ngadem' dan Meditasi Strategi Sebelum era self-healing di Ubud atau kafe mewah, para pengusaha zaman dulu memilih gunung yang sunyi untuk melakukan kontemplasi. Di tengah kesunyian Gunung Kawi, mereka merancang strategi bisnis besar, mengevaluasi kekalahan, dan memulihkan mental bertarung (mindset).
Mitos yang Menjadi 'Self-Fulfilling Prophecy' Secara psikologis, keyakinan bahwa mereka telah mendapatkan "restu" atau berkah dari tempat sakral meningkatkan rasa percaya diri para pengusaha ini hingga 200%. Ketika rasa percaya diri itu dipadukan dengan kerja keras ekstrem, kesuksesan besar pun tak terhindarkan.
Baca Juga: Mulai Berlaku! Aturan Baru Ekspor Sawit dan Batu Bara Bikin Pengusaha Deg-degan
Pesan di Balik Fenomena: Bukan Pesugihan, Tapi 'Laku' Prihatin
Banyak orang gagal kaya setelah datang ke Gunung Kawi karena mereka hanya menginginkan hasil instan tanpa mau melewati prosesnya.
Mereka lupa bahwa konglomerat seperti Sudono Salim atau Keluarga Hartono tidak menjadi kaya hanya dengan duduk diam menunggu keajaiban.
Mereka melewati masa-masa sulit: pabrik yang terbakar, krisis moneter yang nyaris membangkrutkan usaha, hingga tekanan politik.
Kunjungan mereka ke Gunung Kawi adalah simbol dari "Laku Prihatin"—sebuah konsep Jawa tentang kerja keras, spiritualitas, menahan hawa nafsu, dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa setelah usaha maksimal dilakukan.
Jadi, apakah Gunung Kawi benar-benar bisa membuat seseorang menjadi konglomerat?
Jawabannya kembali kepada diri masing-masing. Gunung Kawi mungkin memberikan ketenangan dan simbol harapan, namun peluru utamanya tetaplah kerja keras, eksekusi bisnis yang tajam, dan mental baja.
Bagaimana dengan Anda, tertarik untuk mencari inspirasi (atau keberuntungan) di lereng Gunung Kawi? (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!






